in

Kritik untuk Ambisi Gila Elon Musk Bungkus Bumi Pakai Satelit

Kritik untuk Ambisi Gila Elon Musk Bungkus Bumi Pakai Satelit
Kritik untuk Ambisi Gila Elon Musk Bungkus Bumi Pakai Satelit

Jakarta –

Proyek satelit Starlink milik Elon Musk punya misi ambisius menyelimuti seluruh Bumi dengan internet. Teknologi ini digadang-gadang menjadi solusi konektivitas internet hingga ke pelosok. Benarkah demikian?

Para pengguna awal internet Starlink di pedesaan Bangor, Maine, di timur laut Amerika Serikat, mengeluhkan harga internet Starlink terbilang mahal untuk kualitas koneksi internet yang tidak stabil.

Sedangkan pengguna lainnya, melalui forum Reddit mengatakan bahwa mereka yang tinggal di pedesaan Maine membanggakan kecepatan unduh internet Starlink 33 kali lebih tinggi dibandingkan layanan internet sebelumnya yang mereka punya.

Namun seperti dikutip dari media lokal setempat Bangor Daily News, banyak yang meragukan jaringan internet yang baru lahir ini meski SpaceX telah memenangkan dana federal untuk memperluas akses internet di pedesaan Maine. Mereka tidak yakin apakah Starlink bisa mempertahankan kecepatan internetnya yang tinggi ketika ada lebih banyak pelanggan dan perangkat yang terhubung.

Para pengguna awal juga meragukan sejauh mana internet Starlink dapat diskalakan untuk mengakomodasi lebih banyak pengguna. Menurut laporan terbaru SpaceX ke regulator federal, hal tersebut sedang diuji oleh sekitar 10.000 pengguna yang tersebar di seluruh dunia.

Salah satu pengadopsi awal internet satelit Starlink adalah seorang pejabat tinggi Maine yang mengawasi akses broadband yang juga direktur eksekutif ConnectME Authority Peggy Schaffer. Dia menukar sistem satelit lamanya baru-baru ini dengan koneksi Starlink di rumahnya.

Dia berpendapat, investasi peralatan awal sebesar USD 500 (sekitar Rp 7,2 jutaan) ditambah biaya langganan USD 90 per bulan (Rp 1,2 jutaan) menggunakan layanan Starlink, menandakan jaringan ini hanya menjadi pilihan bagi orang-orang yang memiliki uang.

“Menurut saya ini bukan solusi untuk masalah broadband di pedesaan Maine. Ini mungkin salah satu cara, bukan satu-satunya. Dan cara ini bukan yang sempurna,” kata Schaffer.

Starlink sejak awal dibanggakan sebagai jawaban untuk menghadirkan konektivitas ke miliaran orang yang masih kekurangan akses internet. Idenya adalah dengan mengerahkan sekumpulan satelit yang beroperasi di orbit rendah Bumi yang tugasnya memberikan jangkauan koneksi internet berkelanjutan.

Saat ini, sekitar 1.000 satelit Starlink telah digunakan, dan SpaceX berencana mengembangkan Starlink untuk meluncurkan lebih dari 40 ribu satelit ke orbit rendah Bumi.

Angka ini lima kali lipat dari jumlah total satelit yang diluncurkan manusia sejak kemunculan penerbangan luar angkasa. SpaceX sekarang memiliki sekitar sepertiga dari semua satelit aktif di luar angkasa. Elon Musk selaku CEO SpaceX pun menjadi pemilik satelit terbanyak di antariksa.

Baca juga : Event Nubar Puisi Tema Perempuan Terhebat! Dapatkan Hadiah Terbaik Earphone Bluetoth, Speaker Bluetoth dan Jam Tangan!

Sumber : Detik

Vendor China Ingin Ikuti Jejak Xiaomi yang Menang di Amerika

Vendor China Ingin Ikuti Jejak Xiaomi yang Menang di Amerika

Messi Rajanya Rekor di Barcelona

Messi Rajanya Rekor di Barcelona