in

6 Rahasia Cara Sukses Bisnis Jadi Miliarder Ala Abdurrahman bin Auf

Sahabat Kampus.politik.us yang berbahagia, menjadi seorang pengusaha yang sukses merupakan impian bagi setiap orang apalagi jika sudah berhasil menghasilkan omset milliyaran. Tentunya sobat juga ingin bisninya menghasilkan omset yang besar, berkah dan melimpah bukan? Mari kita simak artikel berikut. cekidot

Sobat Kampus.politik.us, sebelum mimin menuliskan rahasia bisnis sukses ala Abdurrahman bin Auf, kita kenalan dulu ya dengan sosok Abdurrahman bin Auf. Siapa sih Abdurrahman bin Auf itu? Dan berapa harta kekayaan dan omset Abdurrahman bin Auf?

Abdurrahman bin Auf adalah Sahabat Nabi yang kaya raya dan gemar bersedekah. beliau juga termasuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk islam). Abdurrahman bin Auf juga masuk dalam 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.

Sosok Abdurrahman bin Auf adalah seorang pedagang yang kaya raya. beliau berdagang tanpa sebuah modal sedikitpun. beliau berdagang dengan keahlian yang ada dalam diri beliau. meski begitu, seluruh kekayaannya, ia sedekahkan di jalan Allah SWT

Berapa total omset keseluruhan Abdurrahman bin Auf? Menurut Ibn Hajar, al Fath Juz 14 hal 448, total aset kekayaan Abdurrahman bin Auf saat beliau wafat adalah 3.200.000 (dalam bentuk dinar). jika di rupiahkan, nilai tersebut setara dengan Rp. 6.212.688.000.000,- (enam trilliun, dua ratus dua belas milliyar, enam ratus delapan puluh delapan juta rupiah). Bagaimana cara beliau berbisnis hingga menjadi “Sultan” seperti itu?

  1. Temukan Pasar Dahulu Sebelum Ada Produk

langkah pertama yang beliau lakukan adalah menemukan pasar. Saat beliau mulai untuk berdagang, beliau melihat peluang yang besar di Madinah, bagaimana mayoritas pencaharian penduduk Madinah, apa saja yang mereka butuhkan, beliau tahu betul target pasarnya. Kemudian, beliau pergi ke pasar untuk bekerja sama menjualkan produk yang ada di pasar kepada Penduduk Madinah.

Nah, buat sobat yang menekuni dunia bisnis, jangan bingung apa produk yang akan dijual, tapi lihatlah dulu peluang pasar yang ada di sekitar sobat. Cari produk untuk pasarmu, bukan cari pasar untuk produkmu

Baca Juga : https://kampus.politik.us/inilah-peluang-usaha-di-rumah-hanya-modal-jempol-dan-belum-banyak-saingannya-simak-selengkapnya/

2. Lebih Mementingkan Aset, Bukan Modal

Rahasia Sahabat Abdurrahman bin Auf yang kedua adalah memiliki aset yang berharga. apa aset beliau? relasi dan kepercayaan dari penduduk Madinah. Sahabat Abdurrahman bin Auf dikenal dengan kedermawanan dan sikap beliau yang jujur, sehingga masyarakat Madinah percaya kepada beliau dan itulah yang membuat bisnis(perdagangan) beliau menjadi lancar.

Nah Sobat, apa aset yang bisa kita andalkan dalam berbisnis?

1.) Network (jaringan/relasi). Semakin banyak relasi yang kita miliki, semakin besar peluang bisnis kita terutama relasi yang sesuai dengan tarjet pasar kita. untuk itu, teman-teman yang saat ini sedang menekuni dunia bisnis, setalah mengetahui target pasarnya, perbanyak juga relasi yang sesuai dengan tarjet pasar tersebut

2.) Personal Branding. Personal branding merupakan label atau karakter khas yang ada pada diri kita. dalam berbisnis, kita harus memiliki personal branding, terutama personal brand untuk produk kita. Apa ciri khas yang mencolok dalam produk kita itulah yang menjadi keunikan dan keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh produk lain. dan tentukan personal brand dari produk bisnis kita sekarang juga

3.) Komunitas. Buatlah komunitas yang sama-sama menyukai produk kita. Hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kemajuan bisnis kita

4.) Kepercayaan. Kepercayaan sangatlah penting dalam dunia bisnis. Orang yang mau beli dengan produk kita, tentulah mereka juga sangat percaya kepada kita bukan? untuk itu, jalinlah shillaturrahim yang baik kepada sesama manusia, dan berbisnislah dengan cara yang baik dan benar, berbisnis dengan kejujuran sebagaimana yang Rasulullah ajarkan

3. Berpikir “What” Dahulu Sebelum Ada Who

Memulai bisnis, tidak perlu menjadi orang yang sudah mahir dalam bidangnya. Terjun langsung dalam berproses untuk belajar. Karena tidak ada orang hebat selain mereka yang mau menghargai sebuah proses

4. Lebih Baik Menjual Barang Dengan Profit yang Kecil Agar Cashflow Tetap Lancar

Dibalik jual-beli, disitu ada keberkahan dengan cara memudahkan orang bayar karena mengambil keuntungan yang kecil. Karena “profit oriented”mengambil keuntungan yang kecil bukan berarti tidak ada keuntungan. So, untuk memulai berbisnis, tak perlu mengejar laba/kentungan yang besar terlebih dahulu. Sedikit demi sedikit laba yang kita kumpulkan kelak juga akan menjadi besar. dari pada fokus pada mencari laba yang besar namun bisnis tidak jalan dan berkembang, lebih baik laba yang kecil tapi bisnis tetap jalan.

Baca Juga : https://kampus.politik.us/lowongan-kerja-digital-marketing-dan-customer-service-area-malang/

5. Tidak Menjual Barang yang Cacat

Carilah prodyk yang berkualitas tinggi dan akan sangat baik apabila kita tahu proses pembuatan sampai jadinya barang tersebut. Karena kepuasan konsumen menjadi hal yang utama untuk mendapatkan keberkahan di dalamnya.

6. Membangun Bisnis dengan Prinsip “Untuk Allah dan Mencari Berkah dari Allah”

Dalam berbisnis ala Abdurrahman bin Auf, bukan tentang untung atau rugi, tapi tentang surga atau neraka, tentang sebuah pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah SWT dari apa yang kita lakukan selama menanam di Dunia.

Berapapun uang yang didapatkan, tetap harus ada jatah untuk di sedekahkan. Karena tabungan terbaik adalah tabungan langit. Bukan untuk menumpuk harta, tapi untuk bisa membagikan harta tersebut di jalan Allah SWT.

Demikian tadi beberapa tips berbisnis ala Abdurrahman bin Auf. So, jadilah seorang pebisnis Muslim yang hebat dan taat. Menjadi pengusaha yang sukses dan dermawan. Semoga artikelnya bermanfaat. Tunggu artikel berikutnya ya

INFO MENARIK

Gaya Rossi-Morbidelli Saat Petronas Yamaha Luncurkan Tim MotoGP 2021

Gaya Rossi-Morbidelli Saat Petronas Yamaha Luncurkan Tim MotoGP 2021

Kumpulan Lowongan Kerja Terbaru penempatan di Surabaya

5 Mindset yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Pengusaha Muslim